Menu Close

Sanggah Isu Pembelajaran Tatap Muka Dibatalkan, Mendikbud

Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan seperti guru kunjung, diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga telah mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan tatap muka terbatas. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih gencar mensosialisasikan kebijakan tersebut ke seluruh daerah.

JAKARTA, AYOBEKASI.NET– Pada awal tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan untuk pelaksanaan belajar tatap muka. Namun, karena kasus Covid-19 semakin meningkat, sekolah tatap muka dibatalkan untuk beberapa daerah, terutama di Pulau Jawa yang angka Covid-19 masih meningkat. “Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya. Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” pungkas Nadiem.

Hikmah juga terus mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, dan tidak melakukan mobilitas yang tinggi. Sementara soal peningkatan angka kasus Covid-19 di Bangkalan, Hikmah berpesan agar masyarakat tetap tenang. Hal ini karena pemerintah tetap memberikan kebijakan PTM sesuai dengan kajian-kajian yang dilakukan. Dilansir dari unggahan dr. Adam, anak usia sekolah tahun memiliki ririsko tertinggi (18,6%) menularkan Covid-19 ke anggota keluarga lainnya.

“Walaupun protokol kesehatan telah dilakukan, namun ada rekomendasi dari tim gugus tugas untuk dibatalkan maka itu wajib dilaksanakan, ” jelas Idrus. Namun tim gugus tugas merekomendasikan untuk ditunda dulu, ” katanya, Selasa (24/11). LASUSUA, BKK – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara untuk membuka sekolah tatap muka di awal Bulan Desember Tahun 2020 ini batal. Alasan lain penolakan belajar tatap muka, menurut legislator Partai Golkar itu, karena pihak sekolah dan murid belum siap. Ester mengungkapkan bahwa, Dinas Pendidikan akan terus mempersiapkan sekolah untuk dapat melangsungkan pembelajaran tatap muka. Ester menyebut, sejauh ini belum semua sekolah mengantongi izin dari orang tua siswa.

Sementara untuk anak usia 0-14 tahun, mereka juga memiliki risiko penularan sebesar 22,4% terhadap orang yang kontak erat dengannya. Penolakan terhadap rencana pengenaan PPN pada jasa pendidikan juga dilontarkan Ketua LP Ma’arif NU, KH Arifin Junaidi. “LP Ma’arif NU PBNU menolak rencana penghapusan pajak lembaga pendidikan dan meminta pemerintah membatalkannya,” ujar dia.

Selain itu, uji coba pembelajaran tatap muka yang diagendakan Senin 5 Januari 2021 mendatang, dengan kondisi penyebaran Covid-19 seperti saat ini juga besar kemungkinan batal dilaksanakan. berita.depok.go.id-Dinas Pendidikan Kota Depok membatalkan rencana sekolah tatap muka yang sedianya dijadwalkan pada Januari 2021 mendatang. Hal tersebut, dikarenakan masih fluktuatifnya kasus penyebaran Covid-19 di Kota Depok. Namun Disdikbud memberikan kesempatan kepada tiga sekolah yang kawasannya tidak terdapat jaringan web Judi Slot Online atau blank spot untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sekolah tatap muka dibatalkan

Kemendikbud mencatat baru sekitar 15 persen dari total sekolah di Indonesia yang sudah membuka kembali pembelajaran tatap muka di kelas saat pandemi Covid-19. Pembatalan pembelajaran tatap muka di sekolah karena Pemerintah Kota Depok belum dapat memastikan pandemi corona akan berakhir. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim menjelaskan perihal tahun ajaran baru di Indonesia. Dikatakan, Pemkot Jambi belum menetapkan batas waktu pelaksanaan sekolah tatap muka di kota itu. Jika kasus Covid-19 di Kota Jambi masih tinggi dan kota itu masih berstatus zona kuning, sekolah tatap muka tidak akan dilaksanakan. GridHEALTH.id -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengumumkan bahwa rencana sekolah tatap muka di bulan Januari 2021 batal diselenggarakan.

Termasuk mengumumkan pengumuman resmi dari pemerintah terkait zona penyebaran Covid-19. PALU, Kabar Selebes – Dinas Pendidikan Kota Palu membatalkan rencana pembelajaran tatap muka yang direncanakan berdasarkan edaran Gubernur Sulawesi Tengah perihal tata cara pembelajaran sekolah di Zona Kuning dan Hijau penularan Covid-19. Rencana pembelajaran tatap muka yang batal kali ini merupakan pembatalan kali kedua. Sebelumnya, Pemkab membatalkan rencana tersebut saat tahun pelajaran baru akan bergulir, 13 Juli 2020 lalu.

Menurut Ansyar, kesehatan warga sekolah menjadi hal yang utama di masa sekarang ini. “Saya keliling dan melihat kondisi dan ada karasteriktik wilayah yang sekolahnya bisa lewat daring, ada juga yang harus mengambil soal baru besoknya dikumpul,” tungkasnya. Lalu saat disinggung apabila bulan Februari trend Covid 19 di Tanggamus menurun apakah sudah bisa diberlakukan KBM tatap muka, Lauyustis tidak mau berandai-andai.