Menu Close

Nadiem Ingatkan Orang Tua Yang Tak Perbolehkan Anaknya Sekolah Tatap Muka

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sejak beberapa hari terakhir sejumlah sekolah di daerah sudah mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal yg paling disorot saat ini pada dunia pendidikan adalah adanya sistem Belajar Dari Rumah . Sesuai dengan keputusan menteri bersama nomor 1 tahun 2020, BDR masih digunakan untuk wilayah zona merah dan orange. Sedangkan untuk wilayah zona yang masuk pada zona hijau dan kuning akan melakukan sistem pendidikan tatap muka secara langsung dengan aturan – aturan yang berlaku. Untuk mendukung proses pembelajaran secara daring ini perlu adanya kesiapan Sumber Daya Manusia , dalam hal ini adalah guru, siswa dan juga orang tua.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Itu menimbulkan masalah; dari anak “berantem” berebut gawai hingga kuota information dan jaringan internet. “Kalau saya pengen banget belajar tatap muka lagi, karena feelnya lebih terasa dibanding kuliah daring. Tapi untuk kuliah normal kaya dulu semuanya harus dipersiakan dengan baik,” katanya. Dia menambahkan peta zonasi risiko COVID-19 tidak lagi menentukan izin pembelajaran tatap muka.

Terkait hal tersebut Kementerian Kesehatan sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini. Dengan jadwal harian membantu anak memastikan Togel Online Terpercaya kebutuhan dirinya bisa terpenuhi. Dengan kedisiplinan secara tidak langsung akan membantu perkembangan karakter anak.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka dilakukan mulai Januari 2021 dengan syarat yang ketat, terutama terkait dengan protokol kesehatan. Jika nama Orangtua / Wali siswa telah ada di link Data pernyataan maka pernyataan anda telah masuk di database kami, terima kasih. Muhadjir menjelaskan, aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas ini akan dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan. Sebagian mendukung keputusan itu kerena menilai pembelajaran tatap muka di sekolah akan efektif untuk anak.

Dengan pembelajaran tatap muka, guru dan siswa bisa berkomunikasi secara langsung dalam memecahkan masalah pembelajaran tanpa harus takut habis kuota. Sehingga, masalah pembelajaran terutama bidang-bidang studi praktik akan dapat diatasi,” ujar Dra. “Jadi 22 persen sekolah yang sudah belajar tatap muka, itu silahkan lanjut.