Menu Close

Satu Kabupaten Di Jambi Masuk Zona Merah Covid

Untuk diketahui sekolah-sekolah di Kabupaten Kerinci awalnya sempat ikut libur belajar di sekolah karena wabah Covid-19. Namun karena Kerinci masuk zona Merah dan perkembangan Covid-19 meningkat Sehingga Pemkab Kerinci memutuskan menutup semua objek wisata dan larangan untuk pesta agar penyebaran Covit 19 bisa terbendung di Kabupaten Kerinci. Sapajambe.com Kerinci – Meningkatnya kasus Covid-19 saat ini dipastikan akan berdampak pada dunia pendidikan. Hingga saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci belum dapat memastikan apakah sekolah akan kembali belajar di rumah atau tidak usai libur semester ini. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, saat memantau persiapan uji coba PTM pada bulan April lalu, berharap persiapan PTM di seluruh kecamatan yang ada di Kota Kediri dapat berjalan dengan tertib dan aman. Ia juga menghimbau, untuk menghindari kegiatan yang tidak perlu saat berada di lingkungan sekolah dan tetap menerapkan budaya 5M.

Namun merupakan kebijakan dari pemerintah daerah setempat dalam hal ini Pemerintah Daerah. Penundaan itu, lantaran Pandemi Covid-19 yang dianggap belum memungkinkan untuk digelar pembelajaran tatap muka. PORTAL SULUT – Pemerintah Daerah pada semester genap per Januari 2021 diperbolehkan untuk membuka Sekolah tatap muka.

Anak dimanapun berada tetap memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan. Hamid menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa memaksakan kepala sekolah untuk membuka sekolah mereka. Sebaliknya, jika ternyata ditemukan kasus siswa yang terdampak COVID-19, pemerintah daerah bisa langsung menutup sekolah tersebut. Pada 20 November 2020, Mendikbud memutuskan bahwa pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021. Kebijakan pembelajaran tatap muka dimulai dari pemberian izin oleh pemerintah daerah/ kanwil/ kantor Kemenag, dan tetap dilanjutkan dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan dan orangtua. “Bahwa pelaksanaan belajar tatap muka itu harus disepakati Pemerintah Kota dalam hal ini Disdikbud, satuan pendidikkan dalam hal itu kepala sekolah dan komite sekolah sedbagai perwakilan orangtua.

Dengan kembali naiknya kasus Covid-19 saat ini, belum ada kepastian apakah sekolah akan kembali memberlakukan belajar di rumah atau tetap tatap muka. Karena sampai saat ini belum ada edaran dari pemerintah untuk kembali memberlakukan belajar di rumah khusus pelajar di Kabupaten Kerinci. Karena masih menunggu petunjuk pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan RI. Apalagi tahun 2021 yang akan datang pemerintah pusat mencanangkan semua Deposit Pulsa Tanpa Potongan sekolah sudah harus belajar dengan tatap muka. Pemenuhan kebutuhan psikologis anak untuk bersosialisasi dengan guru dan temannya ini akan berdampak positif bagi motivasi belajarnya. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang bermakna secara blended, guru ditantang untuk dapat mengembangkan konten pembelajaran berbasis IT. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi guru dan dosen khususnya bidang IT.

Pemerintah mulai menghimbau untuk sekolah tatap muka

Setidaknya, ada enam poin yang salah satunya berisi soal ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan yang layak. Ia menekankan agar tak lalai dalam menjalankan prokes PTM agar terhindar dari peluang klaster baru penyebaran Covid-19. Karena, menurutnya, budaya prokes belum dipahami benar oleh anak-anak sekolah.