Menu Close

Dilema Rencana Sekolah Tatap Muka Terbatas Kala Pandemi Covid

Sudah tidak perlu diragukan lagi, peran imunisasi memang sangat penting untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Imunisasi terbukti sangat efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Ternyata, pengulangan imunisasi saat anak memasuki sekolah dasar itu penting lho, Moms! Hal ini untuk meningkatkan imunitas di dalam tubuh anak untuk mencegah berbagai penyakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan imunisasi untuk anak 0-18 tahun sesuai jadwal imunisasi 2014 yang meliputi seluruh program nasional pemerintah dan imunisasi tambahan/pilihan. Tidak berbahaya Bunda, dan hal ini tidak selalu terjadi pada setiap anak yang mendapat imunisasi.

Manfaat dari BIAS adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sebanyak 28,3%-nya anak berusia 5 – 7 tahun masih terkena Campak Togel Online Terpercaya meskipun sudah mendapatkan vaksinasi sewaktu bayi. Atas dasar ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia membuat rekomendasi imunisasi ulang pada anak kelas 1 di seluruh Sekolah Dasar .

Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi terhadap penyakit PD3I sampai usia anak sekolah. Hal ini disebabkan karena sejak anak mulai memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia sekolah dasar atau sederajat yang pelaksanaannya serentak di Indonesia dengan nama Bulan Imunisasi Anak Sekolah . Imunisasi tetanus direkomendasikan untuk diberikan ulang pada anak sekolah kelas 2 dan 3 SD. Sebab imunisasi tetanus yang didapatkan ketika berusia bulan hanya akan memberikan perlindungan hingga sampai anak berusia 6 – 7 tahun saja atau saat ia duduk di bangku kelas 2 SD. Pemberian ulang imunisasi tetanus ini akan memperpanjang kekebalan tubuh anak hingga 10 tahun kedepan.

Vaksin bagi anak sekolah

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi measles rubella untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian. Dengan pemberian vaksin campak melalui program tahunan ini, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 dan Indonesia bebas penyakit Campak dan Rubella. Sementara itu, upaya pencegahan terhadap penyakit menular lainnya yang juga berbahaya, seperti penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi , harus tetap dilaksanakan melalui pemberian imunisasi. Pemberian imunisasi campak pada anak sekolah dasar di Kota Jambi belum mencapai target.

Jadi orang tua seyogianya memastikan anak mengikuti imunisasi anak sesuai dengan jadwal untuk menangkis risiko tersebut. Orang tua mesti berkonsultasi dengan dokter anak soal pemberian vaksin susulan terkait dengan keterlambatan imunisasi anak. Orang tua/wali anak bisa melakukan penolakan hanya dalam hal penggunaan vaksin yang digunakan oleh pemerintah pusat yang penyelenggara pelayanan Imunisasi Programnya adalah fasilitas pelayanan kesehatan.